TAK SEKEDAR TULISAN
Wayang kampung sebelah merupakan wayang yang dikemas
secara modern dengan memasukan unsur-unsur masakini atau mengikuti perkembangan zaman dengan kenyataan fakta yang ada
disekitar kita. Unsur budaya yang
dikemas dalam bentuk wayang yang juga memasukan unsur musikalisasi membuat
wayang kampung sebelah lebih menarik dan tidak membosankan, komedi yang
dimunculkan menggambarkan fakta yang ada di dalam lingkup masyarakat Indonesia,
contohnya adanya budaya pemilihan pemimpin disetiap jenjang yang menggunakan
uang suap agar menarik minat masyarakat untuk memilih calon pemimpin, mana yang
memberi uang paling banyak maka otomatis banyak juga yang memilih calon
tersebut serta sebaliknya. Uniknya dalam pertunjukan wayang kampung sebelah ada
tokoh Kampret yang menjadi penengah yang juga merupakan ciri penokohan yang
lucu, karena disatu sisi dia membela tetapi disisi lain juga dia malah tidak
membenarkan, tokoh Kampret sangat menggambarkan ciri orang yang ada dalam
kenyataan sekitar kita sebagai penengah yang bukan membuat tegang tetapi
membuat pihak tertentu menjadi tanggap walaupun tanggapan itu dikemas dengan
humor yang menggelikan, kata-kata yang spontan membuat antar tokoh menjadi
kebingungan dan berfikir satu sama lain sehingga dapat berfikir mana baiknya,
tetapi pada kenyataan yang ada dalam masyarakat sekitar kita budaya tersebut
mungkin sudah lama dilupakan karena lebih mengutamakan diri sendiri. Tokoh
Polisi yang dimunculkan dalam wayang kampung sebelah yang pada kenyataannya
dalam kehidupan sehari-hari serta dari pengalaman pribadi sosok polisi sering
dijadikan bahan pebicaraan di masyarakat karena kebanyakan polisi yang
diketahui masyarakat hanya bisa meminta uang dari orang-orang yang melanggar
peraturan lalu lintas, tetapi dalam pertunjukan wayang sebelah sosok polisi
malah menjadi sosok yang bingung karena ketika berbuat benar belum tentu
menurut masyarakat itu benar padahal ajuan dari polisi juga baik untuk diri
masyarakat, ketika tidak bertindak polisi diminta harus berbuat ini berbuat itu
padahal apa yang dilakukan polisi belum tentu disetujui masyarakat.
Tokoh
yang digambarkan seperti polisi, pejabat pemerintahan, rakyat biasa, maupun
tokoh yang lain sangat mudah dikenal oleh penonton. Karakter tokohnya mengesankan,
tokoh yang biasanya dianggap tegas justru menjadi lucu dalam cerita ini. Tokoh
pejabat yang seharusnya penjadi panutan dalam masyarakat, di dalam cerita ini digambarkan
dengan tokoh yang egois dan tidak berani mengambil resiko. Berbagai tokoh
dengan karakternya menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Ditambah lagi
dengan tokoh kampret sebagai penegah yang membuat jalan cerita tidak
membosankan.
Dalang yang memainkan wayang dalam
pertunjukan ini bisa membuat karakter suara yang berbeda. Walaupun yang
memainkan hanya satu orang, tapi penonton dapat membedakan tokoh yang sedang
bicara melalui intonasi dan cara dalang berbicara. dalang dalam wayang kampong
sebelah ini bisa membuat penonton tertawa dengan caranya mengisi suara.
Tema
yang diambil dalam wayang kampung sebelah ini dekat dengan lingkungan sekitar.
Dengan adanya pertunjukan ini, orang dapat menilai dan berpikir bahwa menjadi
seorang pejabat dan wakil rakyat tidak hanya sebatas bekerja untuk mencari
uang, tetapi wakil rakyat harus benar-benar mengabdi pada rakyat dan mencari solusi yang tepat untuk setiap
permasalahan yang terjadi. Seorang pejabat tidak boleh bermalas-malasan dan
mencari aman saja ketika sedang dilanda suatu permasalahan. Kalau hanya dengan
cara menyalahkan satu sama lain, permasalahan hanya akan semakin panjang dan
tidak dapat terselesaikan dengan baik.
Adanya pertunjukan wayang kampung
sebelah ini selain menghibur dan menjadi
pelajaran bagi penonton juga dapat dijadikan inspirasi bagi generasi muda untuk
tetap berkarya dan dapat melestarikan budaya. Untuk melestarikan budaya,
sebagai generasi penerus harus dapat membuar karya yang lebih menarik agar
tidak menjenuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar